Jika Suara Ustadz dan Pelacur Sama Saja

Jika suara ustadz dan suara pelacur sama saja,
harusnya ustadz diperbanyak suaranya
kita gemparkan kita keraskan membahana
agar suara pelacur kecil, bahkan sirna...
Kau melarang ustadz dan santri bersuara
bahkan menyuruhnya mundur dari arena
yakinlah para pelacur-pun bergembira
maula mereka kan berkuasa
dan tertawa
ustadz-ustadz tersingkir, terkikis
seperti kampas rem menipis
jangan sampai kau menangis
jika syariat negeri makin menipis
ujung-ujungnya kau salahkan mereka
kau bilang mereka tiada guna
ikutan kafir, bikin malu umat saja
padahal kan kau sendiri awalnya
larang ustadz tuk bersuara
saudaraku tercinta
sedang ada khilafah atau tiada
dijalanmu atau jalan mereka
amar ma'ruf nahi mungkarnya
harus tetap tegak dimana saja
di kajian,
di jalanan,
di gedung dewan,
dan istana kepresidenan [caption id="attachment_240" align="alignright" width="300"]jika suara ustadz dan suara pelacur sama saja jika suara ustadz dan suara pelacur sama saja[/caption]
silakan lanjutkan salurkan energi
membungkan suara ustadz dan para santri
kau pikir khilafah akan semakin mudah berdiri
jika musih agama, pelacur, dan penjudi
kuasa mereka pimpin negeri
Malang, 3 Maret 2014
di sela gagal paham
 

Sekedar Lentera

relawan PKS_kelud

Sudahlah, terus bekerja saja kumpulkan, sebarkan kebaikannya meski kecil adanya atau bahkan tak terasa Rabbmu kan menghitungnya

 Perbaiki niat dan hatinya jangan biarkan pujian kata dari orang dan media dibisik menjadi riya, lalu rusak amal pahala

Kuatkan kaki dan bahunya yang Haq kan ada musuhnya sebagian menebar kata sebagian tembak senjata Ini memang fitrah jalannya

Lalu berlapang dada sabarlah atas saudara yang sempit pandangnya, yang sesak dadanya yang hujatmu karna berbeda

Perjalanannya belum apa-apa takkan cukup di satu masa dan kuatkanlah jiwanya

Satu kerja mungil yang nyata Kan lebih baik dari sejuta kata Insya Allah

Malang, 20 Februari 2014

foto dari http://goo.gl/HiwW9B