Jangan Lupa (TETAP) BAHAGIA,

Orang lain tidak iri dan dengki dengan kekayaanmu,
Orang tidak dengki dengan kepintaranmu,
Orang tidak hasad dengan kecantikanmu, banyaknya keturunanmu, ataupun standar duniawi lainnya.
 
Tapi ada orang yang akan IRI dan DENGKI MELIHATMU BAHAGIA,
karena bahagianya hidup adalah ciri keberkahan,
 
Tak heran jika, -boleh jadi-, akan ada orang yang tetap iri dengki denganmu,
meski kau dicap miskin,
kau dianggap bodoh,
belum dikaruniai keturunan ,
apalagi cakepnya 'dibawah pasaran',
selama kau banyak bersyukur, tersenyum, dan berbahagia..
mereka akan iri dengki kepadamu
Percayalah, Sungguh diluar sana,
boleh jadi ada orang yang tangannya gatal,
matanya panas,
jiwanya sesak, hatinya pedih,
HANYA KARENA MELIHATMU bahagia.
 
Kau tak menyempitkan rezekinya,
kau tak mencaci keturunannya,
dan bahkan kau tidak melakukan apapun kepadanya!
 
Bukan salahmu mereka jadi begitu,
Bukan salahmu, dan BUKAN SALAHMU!
Kau Bahagia, dan dia jadi iri, dengki, hasad,
Itulah ciri penyakit jiwa...
Hati yang sakit
 
Kau tak melihatnya,
kau tak mengetahuinya,
namun dia akan menggunakan seluruh daya upayanya untuk sekedar melihatmu menderita,
atau setidaknya,
menghilangkan senyum ceriamu seperti biasa.
BUKAN SALAHMU atas penyakit hatinya, TETAPLAH Berbahagia!
Maka bersyukurlah jika kau dijauhkan dari orang-orang seperti ini,
membersamai mereka akan melukai jiwamu,
dan sakitnya jiwa lebih berbahaya dari sakitnya tubuh,
sakitnya tubuh akan sembuh dengan semangat jiwa,
namun jiwa yang runtuh, sungguh tiada obatnya
 
Bersyukurlah jika kau punya keluarga yang menyenangkan, teman yang shalih dan shalihah, tetangga yang baik, dan kenalan yang baiknya gak ketulungan!
Mereka lebih berharga dari uang milyaran,
hanya saja seringkali kita lupakan,
duh Robbi, mohon ampunkan!
 
Malang, 1 Juli 2017