Uzlah…

Merenung, itulah salah satu yang pernah diajarkan Murabbi kedua saya dahulu. Menyepi, mengosongkan aktivitas, sejenak menelaah kembali ke dalam. Bahwa betapa banyak orang-orang besar dalam sejarah, mereka memiliki waktu-waktu menyepi, menyendiri, dan merenung. Tak usah jauh-jauh, lihatlah rasul kita tercinta, Sebelum diangkat menjadi nabi, betapa banyak Rasulullah ber-uzlah di gua Hira. Dan selayaknyalah kita memperbanyak merenung.... Tentang makna, tentang hidup, tentang pencapaian dan tentang tujuan. Karena mustahil kau SAMPAI di Surabaya jika kau tak pernah menuju dan berupaya kesana. Terdampar mungkin iya, namun SAMPAI, itu tidak akan pernah terjadi. Mari merenung kembali, membersihkan rongga jiwa yang sesak sibuknya dunia. Duduk tafakkur, menyadari bahwa kita tak ada apa-apanya dihadapanNya.... mungil kecil, dan begitu kita membutuhkan Yang Maha Kuat, yang Maha besar.... Malang, 20 April 2014