Database Amal Manusia,

Sudah banyak orang merelasikan sains dan islam. Terutama dari Fisika, Biologi, dan Kedokteran. Namun islam dengan ilmu komputer? Siapa bilang tak ada? Kita sebagai muslim tentu tahu dan wajib meyakini bahwa kelak, di yaumil hisab, kita akan dihadapkan dengan seluruh catatan amal kita. tentang bagaimana Allah kelak akan menampilkan kembali seluruh perjalanan hidup kita di dunia, baik yang buruk, maupun yang baik. Sudahkah saya bilang “Seluruhnya”? Yups, ini artinya catatan amal kita, seluruhnya yang mulai dicatat ketika kita akil baligh, hingga ketika buku catatan amal ditutup -saat kita menghembuskan nafas terakhir kita. Barangkali ini hanya pikiran konyol yang terbersit dahulu ketika saya masih kecil. Sederhana, seperti apakah kira-kira bentuk catatan amal kita? Tak cukup disitu, bahkan dahulu saya sempat berpikir, alangkah tebalnya jika catatan amal perbuatan manusia itu disusun. Berisi jurnal-jurnal catatan amal baik dan buruknya. alangkah tebal tentu. Jika semisal untuk mencatat satu orang, dalam satu bulan habis satu buku, maka berapa banyak dan tebalnya buku yang dibutuhkan untuk merekam jejak orang tersebut selama hidupnya?. Bisa-bisa satu orang habis buku sebanyak buku perpustakaan nasional kita. Lantas bagaimana dengan 6 milyar manusia yang hidup sekarang? ditambah lagi milyaran manusia yang sudah meninggal dahulu, dan sekian milyar lagi yang belum dilahirkan. Seperti apakah itu semua dikelola?? Alangkah besarnya tentu? bagaimana pula mengelolanya catatan amal tersebut? bagaimana agar tidak bisa tertukar bagi seseorang yang namanya sama persis dan umurnya sama persis? Bagaimana mengurutkannya? mencari data tertentu dengan cepat? dst dst Belum lagi jika kemudian diceritakan, bahwa kelak kita akan disajikan, semacam slideshow/film rekaman perjalanan hidup kita. Dari yang baik-baik ketika kita belajar ngaji, sampai semisal menggunjing orang, naudzubillah.. Wow, seperti apa caranya? alangkah besarnya penyimpanannya tentu? bagaimana Allah mengelola semua itu?? Saya pun membayangkan… bahwa bisa jadi orang-orang di jaman dahulu pun sempat terbersit pikiran serupa. Hingga saya akhirnya dewasa, dan kini saya pun tahu cara menjawabnya…. setidaknya… hal-hal yang disampaikan sang rasul kita 14 abad yang lalu, kini -bagi kita manusia modern- bukan hal yang impossible lagi. Untuk bisa memahami, maka kita sedikit flashback. semenjak manusia memasuki era sejarah, disitulah manusia mulai menulis. Mencatat apa saja hal-hal yang bisa dicatat. Maka kita pun tahu, ada prasasti. Beranjak ke peradaban lebih maju, manusia pun semakin banyak menulis. menulis di daun papyrus, di kulit binatang, lembaran kayu, pelepah kurma, dlsb. Maka manusia pun menulis dimana saja. Hingga kita temukan kertas. Dan kita lihat pula seiring bertambahnya jaman, media untuk menulis pun semakin lama semakin singkat. Jika dahulunya untuk menulis sekian kata ditulis di sebuah batu besar, maka lambat laun ada kertas dan pena yang bisa kita tulisi ratusan ribu kata menjadi sebuah buku tipis. Dan di abad 20 mulai bergeserlah kertas menjadi data-data magnetik. Selamat datang era komputer! Yups buku-buku yang tebal-tebal, kitab-kitab para ulama salafush shaleh yang tebal-tebal tersebut, kini bisa kita kantongi dengan mudah di celana kita bak mengantongi permen. Dulu ada disket, sekarang bahkan bisa kita telan itu semua dalam sebuah flashdisk yang sangat kecil… Selamat tinggal Ensiklopedia yang super tebal dan berjilid-jilid itu, kini hadirlah versi Ensiklopedi digital dalam bentuk kepingan CD. tak hanya kata dan gambar, tapi bahkan ada suara dan videonya pula. Pendek kata… makin kecil cara kita menyimpan data… Kita pun mengenal pula teknologi database, yang membuat pencarian, pengurutan, pengklasifikasian data menjadi jauh lebih mudah. Kalau dulu untuk mencari data seseorang di sebuah sekolahan, kita harus membongkar lemari-lemari tua,dan butuh waktu berjam-jam (berhari-hari kalau itu sekolah lama), maka kini tinggal mengetikkan beberapa kata, Enter, dalam sepersekian detik tampillah sudah di monitor kita. Sangat mudah, sangat Cepat.. Video pun bukan lagi hal yang rumit. Dulu satu jam video harus kita saksikan dalam satu kaset besar. Lalu berpindah ke kaset kecil, ada mini DV. lalu pindah dalam bentuk kepingan, masih besar, di laser disc. Bergeser lagi ke VCD yang lebih kecil. Hingga kini ada teknologi DVD beserta variannya yang makin besar saja kapasitasnya. Ukuran file yang dulu begitu besar, satu film butuh storage besar, kini makin kecil saja. Jika dulu satu film kita tonton dalam 2 keping CD, berkat teknologi kompresi, kini bisa kita nikmati dalam satu CD saja, dan seiring teknologi kompresi lainnya (semisal MKV) maka makin dan makin kecil saja ukuran film-film kita. Pengelolaannya pun tak lagi susah, contoh sederhana, lihatlah youtube. Tinggal beberapa klik, ditemukanlah video yang kita cari. Dan pada akhirnya perlu diingat, bahwa ini semua hanyalah teknologi manusia saat ini. Masih jauh terbuka ruang luas dalam hal penyimpanan dan manajemen data. Sekali lagi, ini hanya ilmunya manusia, setitik kecil debu dalam padang pasir jagad semesta. Subhanallah…. Tentu ilmu Allah jauh daripada sekedar ilmu-ilmu manusia. jauh, jauh, dan sungguh lebih jauh lagi….. Yang jika diibaratkan dalam sebuah hadits, jika kita mencelupkan tangan di samudera, kemudian kita angkat, maka air yang menempel di jari-jari kita itu adalah ilmu manusia (termasuk Anda, Einstein, Hawking, Planck, Habibie, dan profesor-profesor seluruh dunia lainnya). Adapun ilmu Allah, itulah air di samudera luas. Allahu Akbar… betapa kecil ilmu kita… Maka, jika menciptakan kita -manusia- yang serumit ini, beserta alam semesta dan seisinya saja Allah mampu, kenapa tidak dengan menyimpan dan memanage data amalan seluruh manusia? Bukankah Allah maha kuasa atas segala sesuatu? Manusialah yang teramat lemah… lemah dan lemah….. Dari sebuah prasasti seberat seekor sapi, hingga tersusun lembaran kertas-kertas rapi, lalu menjadi seukuran mikrochip sebesar kuku jari… betapa cepat laju penyimpanan data yang dikembangkan manusia. Dan sesungguhya saya yakin, bahwa database Allah tentu jauh, jauh, dan jauh lebih canggih daripada database server, dan mesin-mesin tercanggih yang dikenal manusia sekarang ini. Ah cukup sampai disini, tak perlu saya berpikir lebih jauh lagi tentang bagaimana Allah mencatat dan menyimpan semuanya. Itu semua ilmu Allah yang tak terjangkau oleh manusia. Saya hanya bisa mengembangkan apa yang didepan saya, untuk satu langkah lebih maju lagi dalam teknologi ini. Ah ya, Akhirnya kita bisa memahami yang Maha besar, dari hal-hal kecil di sekitar kita.. Subhanallah… Allahu Akbar… semakin saya belajar di dunia IT ini, maka semakin mudah pula rasanya memahami keagungan dan kemaha besar-an Allah SWT. Tak ada yang tak mungkin bagi Allah jika Allah berkehendak. Malang 9 Maret 2009

Toni Tegar Sahidi

check me di http://sepatuterakhir.com/tentang-toni-tegar-sahidi/

Leave a Reply

Your email address will not be published.