Orang ini tidak tahu SEO tapi penghasilan Websitenya Luar Biasa

Beberapa hari terakhir, di Ads.id salah satu forum internet Publisher ternama di Indonesia, -utamanya di facebook- lagi punya rising star. Bermula saat seorang pemula yang mempostingkan sebuah screenshot earningnya yang boleh dibilang cukup fantastis, dan membuat banyak orang penasaran. Dimulailah banyak orang-orang yang bertanya-tanya, bagaimana caranya bisa seperti itu...? Jawabnya sederhana : konten, konten, dan konten. Orang ini, dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten mempublish artikel di blognya secara rutin dan berkualitas. Dan dia baru-baru saja meng-adsense-kan webnya dengan nominal yang fantastis. ya Baru-baru saja, artinya beberapa tahun belakangan, dia tidak meng-earningkan webnya sama sekali. Ia juga tak tahu SEO sama sekali, barulah setelah dia mempublish dirinya, ia belajar SEO dari seorang mastah, dan hasilnya? penghasilannya pun semakin meningkat lagi... seo adalah konten Saya tak pandai bercerita banyak, maka biarkan orang tersebut menjelaskan dirinya sendiri. Saya copaskan apa adanya dari statusnya berikut ini. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin berkecimpung didunia Adsense. Intinya sederhana : fokus di konten! ------------- Jawaban Tentang status FB ku tgl 12 Agustus kemaren: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1437386379884273 Banyak pertanyaan yg masuk via PM dan semua pertanyaan hampir sama setiap orangnya. Dari pada aku jawab satu persatu, aku mungkin kadang ga sempet mendingan aku jawab disini aja: Q: Udah lama mba ngeblog ? A: Kalau punya blog dan mulai menulis ke blog udah sekitar 4 tahun yang lalu Q: Umur blognya berapa tahun ? A: Tentu saja sejak aku punya blog itu Q: Konten nya english kah? A: Iya jelas english Q: Artikel beli di mana? A: aku ga pernah beli artikel, aku nulis sendiri dengan menuangkan ide yg tersirat di pikiranku kadang kalau ga ada ide aku nyari sumber dari blog blog lain kemudian aku tulis ulang Q: Pake image kah? A: Tentu saja aku pake untuk memperjelas tulisan, kadang aku cari image dulu kemudian aku tulis isi atau makna jelas tentang image tersebut menjadi sebuah artikel. Q: Wah mba pinter dong englishnya? A: Jujur english ku ga bagus-bagus amat, kadang aku gunakan Bing translit untuk beberapa kata atau kalimat yg ga aku ngerti. Q: Kenapa pake bing ga pake google translit? A: Aku rasa bing lebih bagus Q: Berapa artikel perhari mba yang mba tulis untuk blognya? A: 1 - 2 Artikel/ hari, itu pun kalau aku lagi sempet atau mood ku lagi enak. Q: Berapa blog yang mba punya? A: Aku cuma punya dua blog, jujur blog yg baru umurnya kira2 baru sekitar 6 bulan, itu pun jarang aku update kontenya Q: Blog lama kira2 udah berapa artikel mba dan yg baru berapa? A: Blog lama ada kurang lebih sekitar 1000 artikel, kalau yang baru mungkin sekitar 100 artkel lebih dikit. Q: Setiap artikel di kasih berapa image mba? A: Tergantung, ada yang cuma 1 image bahkan ada yg sampai 20 emage Q: Mba blognya main di niche apa? A: Kebetulan aku bisnis di bidang properti dan suka tentang properti, terutama Home dan interior design jadi aku nulis cuma seoutar tentang itu aja. Q: Mba bisa liat Blognya : A:Waduh, kata yg nyaranin sih jgn liatin blog, maaf.. bener gitu ga ya bukannya ga percaya tapi untuk menjaga privacy katanya Q: Udah lama mba main adsense atau bisnis online? A: Jujur aja sebelumnya aku ga tau sama sekali tentang adsense, aku baru tau adsense beberapa bulan yang lalu sekitar awal maret 2014, itupun di kasih tau temenku sekaligus karyawanku yg dulu ngurusin beli hosting dan domain ku, karena dulu aku ga tau sama sekali masalah hosting dan domain. Q: Jadi mba baru ya main adsense? A: Tentu saja masih sangat baru. Q: Jadi selama ini blognya mba monotize pake apa sebelum adsense? A: Samasekali ga aku monotize, karena tujuan awal aku ngeblog bukan untuk di monotize atau mencari uang, hanya sekedar ngisi waktu luang aja dan aku mungkin bisa di katakan sedikit hobi nulis dan baca-baca informasi tentang properti. Setelah aku pasang adsense Alhamdulillah ada penghasilan tambahan buat nambah2 uang dapur hehe... jadi makin semangat deh buat nulis. Q: Udah berapa kali mba di bayar adsense? A: Kalau ga salah sekitar 4 kali mungkin nanti akhir bulan ini kalau adarezekinya udah mau ke 5 kali Q: Berapa rata - rata setiap di bayarnya? A: waktu bulan april sekitar $700 kurang kesininya sekitar $800 - $900 lebih dikit Q: Kayaknya bulan ini ada peningkatan drastis mba kalau di liat dari earningnya? A: Alhamdulillah memang aku juga sedikit kaget, yaa aku cuma bisa bersyukur aja . Q: Traffick blognya nya berapa mba per harinya? A: Nah itu aku sama sekali ga tau tentang cara ngeceknya, mungkin baru kemaren pas tgl 12 juli aku di kasih tau sama temen2 FB yg PM dan bertanya tentang traffick. katanya bisa pake Histats, Statcounter atau google analytics. Akhirnya aku putuskan pake Statcounter aja karena menurutku mudah. Kalau di lihat dari status nya sih trafficknya sekitar 1.700/ hari. Page View nya lebih dari 3.000/ hari. Q: Apa pake teknik lain mba sehinga earning adsensenya bisa naik gitu di bulan ini Misalnya SEO nya gimana? A: Aduuuh jujur aja aku sama sekali ga tau tentang SEO adapun yg ngasih tau baru kemaren aja pas aku update status itu tgl 12 Juli, kepanjangan SEO jg baru tau kemaren. Aku bener2 buta tentang itu. yang aku tau cuma nulis dan nulis artikel aja di blog. Aku ga mikirin masalah traffick atau yg lain-lainnya selama ini karena ga tau. Q: Kalau backlink nya mba gimana? A: Katanya kan masalah baclink bagian dari SEO, yaah boro-boro backlink atau lainnya, SEO pun aku ga tau. Q: Atau mungkin ada teknik lainnya mba soalnya saya liat ada kenaikan earning yg cukup gede di bulan ini? A: Memang kalau aku analisa sih bisa jadi dari themesnya, sekitar pertengahan bulan july lalu aku ganti themesnya. Awal july Aku di saranin temen yg beliin domain itu, katanya Bu kalu blognya mau lebih bagus lagi dan pendapatan adsensenya mau naik, ganti aja themesnnya, ada temenku yang bisa bikinkan tapi harganya lumayan mahal, katanya. Aku coba beli, waktu itu pengerjaannya mungkin sekitar 10 hari itupun mesti ganti - ganti lagi katanya masih ada yg eror, nah sejak itu sih kayaknya, tapi aku juga ga tau persis apakah memang pengaruh dari themesnya. Tapi kemungkinan besar sih iya. atau faktor rezeki . Q: Boleh di share mba themesnya? A: Aduuh maaf kalau itu aku ga bisa masalahnya kata temenku itu themesnya pakesendiri aja kalau di share nanti malah jadi berpengaruh jelek untuk blog aku. Q: Mba pake wordpress atau blogspot atau apa? A: Aku pake Wordpress Q: Gimana mba ada tips ga cara bikin artikelnya? A: Gampang aja sih kalau menurut aku . Fahami aja artikel dari blog lain kemudian tulis ulang atau fahami gambar (image) yang anda lihat tuliskan sesuai yg anda ketahui dan fahami. Simple nya itu, kalau panjangnya waaah aku ga bisa jelasin disini tar kepanjangan. Inysaallah kedepannya kalau ada waktu akan aku bahas. Q: Pasti Mba ada ya rahasia lain sehingga pendapatan adsensenya bisa segitu ? A: Aduh kalau masalah itu sih mungkin tiap orang dalam bisnis punya suatu privacy yg ga bisa di bagi. Tapi kalau mau insyaalah aku akan buka tips trik ku ngeblog, Kirim aja email ke aku ya lindaanggraeni2911@gmail.com dan mohon untuk bersabar dengan balasannya. Karena kesibukan aku di dunia offline. Alhamdulillah Mungkin itu saja dulu ringkasan jawaban dari pertanyaan2 temen2 FB ku terkait Status FB ku tgl 12 agustus lalu. Semoga berkenan dan mohon maaf atas semua keterbatasan aku ya. Semoga bermanfaat. Salam Linda  

Belajar Bekerja pada Pak Wardoyo

Malam sudah beranjak larut, dan hujan ringan sudah turun sedari sore. Siapapun yang tak ada perlu penting, niscaya ia akan memilih untuk menghangatkan diri bersama selimut tebal dan segelas kopi di kamarnya. Dan malam itu aku mau tak mau harus keluar kekantor pos mengantar paket pesanan para pelanggan benih. Usai dari kantor pos, sudah isya' dan aku pun berhenti di sebuah masjid "langganan" saya. Turun dari masjid kubuka HP, ada sebuah SMS mungil disana. "Nitip puthu bi", begitu isi sms dari istriku yang kubaca di perjalanan pulang. Jarak dari masjid itu dengan rumah hanya sekitar 2 Km saja. Sementara untuk membeli puthu langganan, saya harus berputar balik 2 Km lagi ke arah berlawanan. Dinginnya malam dan hujan setengah menggodaku untuk segera pulang saja. Namun sebagai suami, amanah istri tetap harus dijalankan. Jadilah amanah tetap dijalankan, namun Allah memang punya rencananya malam itu.puthu pak wardoyo Saat turun keluar dari masjid, naik motor dan hendak menyeberang jalan, sayup disela-sela gerimis ringan, sayup terdengar sebuah bunyi peluit uap, refleks aku berpikir "Puthu!!". Dan benar saja, tampak diseberang jalan, ada seorang lelaki renta dengan jas hujan dari plastik seadanya tengah mendorong gerobak merah mungilnya. "Puthu pak" begitu kupanggil ia. Beliau masih ditengah jalan belum selesai menyeberamg.Berhubung ini sedang di jalanan, tak ada ruko/toko terdekat tempat berteduh, maka ia pun segera mencari sebuah pohon - yang tak rindang- dan berhenti untuk meracik puthunya. Aku pun mengikutinya dan memarkir motorku di seberang gang. Jalanan sedang sepi, dingin membuat tak seorangpun jengah untuk pergi. Kubuka HP ku, sudah hampir lowbatt rupanya. Kusempatkan menjepret pak penjual puthu, makanan yang nyaris langka ini. Membalas-balas SMS sebentar, dan berhubung tak ada yang kulakukan, perhatianku kini tertuju pada beliau. Aku tahu beliau pernah lewat depan rumahku di suatu sore. Aku masih ingat wajah dan gerobak merahnya karena memang jarang penjual puthu lewat didepan kompleks rumah kami yang sepi. Tak urung, kucoba berbasa-basi, berharap siapa tahu ada pelajaran sederhana yang bisa kuambil darinya. Mohon maafkan saya yang tak ingat bagaimana berkata-kata, namun beginilah kurang lebih gambaran ia. Namanya Pak Wardoyo, sudah hampir 15 tahun ia berjualan Puthu di Kota Malang. Usianya pun sudah tak lagi muda, aku menebak sudah hampir setengah abad usianya. Setiap hari, dengan mendorong gerobak merah kecilnya, ia menyusuri jalan-jalan dan gang-gang di kota Malang. "Nggak mangkal pak?", tanyaku kepadanya. "Nggak mas, hasilnya lebih banyak kalau keliling", jawabnya ringan. "Dulu waktu saya masih muda, kalau keliling kadang sampai daerah Gadang", lanjutnya. Aku tercenung, jarak dari Alun-alun tugu ke daerah Gadang itu boleh terbilang sangat jauh, dan orang ini biasa melaluinya dengan Berjalan Kaki!. Barangkali itu resepnya ia tetap tampak sehat walaupun raut tak bisa menyembunyikan usianya. "Berangkat jam berapa pak?", tanyaku "Berangkat jam dua mas", "Terus jualan kayak gini pulang jam berapa Pak?", tanyaku penasaran. "Ya sampai habis, ya kadang sampai jam 10, kadang sampai jam 12",. Saat itu, dari adonan puthu miliknya, separuh pun tampaknya belum habis. puthu pak wardoyo Tak ada jaket yang ia kenakan, entah tak punya, entah juga tak mau. Pernah suatu ketika di suatu sore dingin berangin saat aku membelinya didepan rumah, ia hanya berbaju kaos rapi lengan pendek seadanya, padahal saat itu sedang musim angin dingin. Malam itu ia pun tak memakai selembar jaket, hanya mantel hujan plastik tipis yang ia kenakan. Wallahu alam, barangkali ia sudah punya ilmu penghangat ala Mujahid di Afghan dan Bosnia. Saat itu saya sedang membelinya di daerah Jalan bunga Mawar, dan ia tinggal di daerah Tarekot. "Kost", begitulah katanya. Ya, memang kost bukan sekedar milik mahasiswa ataupun karyawan kantoran semata. Pedagang informal seperti beliaupun juga ngekos. Ia ngekost bersama beberapa rekan se-Profesinya. Eh, ngekost? Terus keluarga? "Istri saya sama anak di Solo mas", jelasnya ringan. "Terus bapak pulang sebulan sekali?", tanyaku heran. Sambil tersenyum ia menggeleng, Kalau sudah cukup uang, kadang beberapa bulan, kadang ya setahun sekali, jelasnya. Malam beranjak semakin dingin, kue puthuku sudah selesai dan kubayar, "Ambil kembaliannya pak", kataku kepadanya. Belum selesai aku meninggalkan tempat, tampak seorang laki-laki mendatanginya pula, "Alhamdulillah, semoga laris", batinku. Malam itu saya terharu mendapat pelajaran baru, pak Wardoyo namanya, salah satu diantara sekian juta pekerja migran informal di Indonesia. Ratusan kilometer terpisah dari keluarga, berjalan setiap hari mulai jam 2 hingga tengah malam. Menyusur puluhan kilometer jalanan kota Malang yang dingin, tanpa jaket demi mengumpulkan rupiah. Mari melihat pekerjaan kita hari ini masing-masing, seberapa susahkah kita dibandingkan bapak ini? dan Seberapa bersyukurkah kita? Malang, 19 Agustus 2014

Cowok Yang Tak Doyan Bola

Saya baru inget, terakhir kali saya banyak nonton pertandingan Piala Dunia saat jamannya Miroslav Klose dan Oliver Kahn dkk... itu tahun berapa ya?, saya lupa. Piala dunia selanjutnya (sampai sekarang) paling cuman ngikutin skor2nya doang, itupun cuman di final, siapa sih yang menang,... terus kalau sudah cuman "oooh", gitu... dan ya biasa saja. Soal tim, tetap de panzer poreper (Jerman Mode Ngawur) saja meski ya gak ngikuti juga... thats me, kalau pas kadang komen / nonton sepak bola timnas/liga alamat bakalan "dilirik" sama Indah Cahyani. kata istri, saya cowok yang gak doyan bola. Well, She's right! saya lebih doyan ayam panggang, sate ayam ponorogo, dan nasi pecel. ups puasa ya! Selamat berpuasa. Bukanya masih nanti sore... masih lama..

Download Materi Pelatihan Membangun Bisnis Online

Alhamdulillah Allah memberikan saya dan rekan-rekan di STIKMA untuk mengisi acara pelatihan pembuatan website, blog, dan bisnis Online di Badiklat Surabaya tanggal 3 Juni lalu. Yang jadi peserta waktu itu adalah bapak-bapak, para kabag/kepala dinas/sejenisnya pejabat eselon 4 dari berbagai kota di Jawa Timur. Mereka rata-rata adalah orang yang bertanggung jawab dalam bidang UMKM di daerahnya. 10453170_4281516012608_685530432_nSaya didaulat untuk mengisi salah satu materi yang menjadi spesialisasi saya, yaitu membangun bisnis Online. dalam materi ini saya memaparkan pengantar dalam membangun bisnis online, terutama yang cocok bagi mereka yaitu bidang pemasaran produk UMKM melalui Online. Semoga ilmu yang masih sedikit ini bisa bermanfaat. Bagi yang berminat, silakan untuk merapat. materi Membangun Bisnis Online bisa didownload disini. Bagi Anda yang ingin konsultasi, boleh tinggalkan komen disini, atau hubungi kami. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Uzlah…

Merenung, itulah salah satu yang pernah diajarkan Murabbi kedua saya dahulu. Menyepi, mengosongkan aktivitas, sejenak menelaah kembali ke dalam. Bahwa betapa banyak orang-orang besar dalam sejarah, mereka memiliki waktu-waktu menyepi, menyendiri, dan merenung. Tak usah jauh-jauh, lihatlah rasul kita tercinta, Sebelum diangkat menjadi nabi, betapa banyak Rasulullah ber-uzlah di gua Hira. Dan selayaknyalah kita memperbanyak merenung.... Tentang makna, tentang hidup, tentang pencapaian dan tentang tujuan. Karena mustahil kau SAMPAI di Surabaya jika kau tak pernah menuju dan berupaya kesana. Terdampar mungkin iya, namun SAMPAI, itu tidak akan pernah terjadi. Mari merenung kembali, membersihkan rongga jiwa yang sesak sibuknya dunia. Duduk tafakkur, menyadari bahwa kita tak ada apa-apanya dihadapanNya.... mungil kecil, dan begitu kita membutuhkan Yang Maha Kuat, yang Maha besar.... Malang, 20 April 2014  

PROSES PKS MENGAWAL SUARA DENGAN REAL COUNT

2014 Ini adalah pemilu ke 4 yang bisa saya ingat. Pemilu pertama di Tahun 1997 saya masih SD kelas 5. Dan saya baru mencoblos di tahun 2009 kemarin. Dari keseluruhan pemilu tersebut, saya sempat menjadi tim tabulasi di 2 pemilu diantaranya. Walaupun berbeda penyelenggaranya. Di 2004 saya jadi tim tabulasi KPU, dan di 2009 saya jadi tim tabulasi dari PKS. Tabulasi (Real Count) adalah proses merekap data-data dari form hasil pemilu, disalin kedalam bentuk data komputer, dan diupload ke server pusat. Berbeda dengan quick count yang hanya mengambil data sampling dari beberapa TPS saja, tabulasi melibatkan data seluruh TPS sebenarnya. Salah satu tujuan dari tabulasi real count ini adalah untuk mendapatkan gambaran data utuh "sebenarnya" secepat mungkin, sekaligus berfungsi untuk"mengawal" perolehan suara. Setidaknya, begitulah teorinya. Pada 2004 KPU melakukannya di setiap kecamatan dengan tim data entry padat karya. Di 2009 KPU melakukannya sambil "sesumbar" dengan "Intelligent Character Recognition" yang sayangnya banyak kegagalan. Di tahun 2014 ini saya kurang tahu bagaimana mereka melakukannya. Selain KPU, ternyata ada juga pihak lain yang melakukannya. Beberapa parpol melakukannya di 2014 ini secara lokal. Setahu saya, hanya PKS satu-satunya parpol yang melakukan rekap data real count secara nasional. Perjalanan PKS untuk insiatif melakukan perekapan hasil ini pun mengalami sejarah tarik ulur panjang. Salah satu latar belakangnya ialah banyaknya kecurangan dan "pencurian kursi" dari hasil pemilu selama ini. Baik di 2004 ataupun di 2009. Eh, "Pencurian Kursi"? Jika Anda belum tahu, ada 2 metode umum dalam pencurian kursi. Salah satu modus adalah dengan mencuri suara sebuah partai. Menguranginya dari suara aslinya, menjadi beberapa saja, lalu memindahkannya ke partai yang dipilih. Namun itu metode yang rawan, terlebih jika ada saksi dari parpol yang dicuri, wah itu bisa tambah gawat lagi. Namun pencuri suara tak akan kehilangan akal. Maka salah satu modus "pencurian kursi" ini adalah dengan "mentransfer" suara partai-partai yang perolehannya kecil, yang tidak akan dapat kursi di DPR, yang seringkali tak memiliki saksi, untuk kemudian ditransfer menggelembungkan suara-suara partai lain. Dua kejadian seperti ini umumnya mulai terjadi mulai tingkat kecamatan keatas. PKS adalah salah satu partai yang pernah mengalami kerugian ini di tahun 2004 dan 2009. Menurut data dari mereka, pada 2009 saja, seharusnya mereka bisa mendapatkan 10 kursi lebih di DPR pusat andai tak ada proses pencurian kursi. Tak, heran, oleh karena itu, mereka pun memutuskan untuk melakukan proses tabulasi sendiri. Dan mereka mulai melakukannya di tahun 2009 lalu.... sayangnya waktu itu terkesan terburu-buru dan kurang persiapan. Saya berkesempatan menjadi salah satu data entry dari PKS di Pemilu 2009 lalu. Sebagai pihak yang ikut terlibat, saya mengakui bahwa waktu itu ada banyak kekurangan. Mulai dari para saksi yang belum terlatih sehingga hanya mengisi data suara PKS doang (padahal harusnya diisi semua)., data entry yang lama, kurangnya SDM IT di beberapa daerah, dlsb. Namun toh, bagaimanapun juga, hasil yang mereka lakukan dengan sumber dayanya sudah lebih baik dari KPU sendiri yang berkutat dengan kegagalan Intelligent Character Recognition yang disombongkan itu.. Namun, di tahun 2014 ini, Alhamdulillah PKS telah belajar amat banyak dari pengalaman sebelumnya. Tim Tabulasi Real Count nasional telah dipersiapkan jauh hari, dengan sangat matang. Demikian pula dengan saksi telah dilatih dengan sebaik mungkin. Seluruh kader dan simpatisan dilibatkan penuh. Pengisiannya pun tak lagi bergantung dengan entry komputer karena bisa mengunakan SMS. Intinya diharapkan bahwa dari H+3 PKS akan segera mengetahui hasil sebenarnya. Atau setidaknya se-mendekati mungkin. Dan mereka benar-benar serius untuk target. Di detik tulisan ini saya tulis, masih banyak kader dan simpatisan yang tak kenal lelah masih mengentry data-data. Anak-anak muda saling bergantian dengan teman mereka yang tak berhenti terus mengentry data-data rekap form C1 dari TPS. Termasuk di kota saya sekalipun. Teman saya bahkan sejak kemaren siang hanya tidur selama 2 jam. Di pertemuan tadi sore ia bahkan sampai tertidur karena tak kuat menahan kantuknya. "Mengawal Suara", begitu kata mereka. Dan dari beberapa sumber terpercaya yang saya peroleh, diketahui bahwa hasil real count di PKS ternyata bisa berbeda dari kebanyakan hasil quick count. Jika di quick count berbagai media menunjukkan PKS di posisi ke 6 dengan kisaran suara 6,9%, hasil real count sementara di PKS menunjukkan bahwa mereka berada di posisi ke 4, dengan perolehan diatas 9%. Hal ini menjadi menarik, terlebih ketika kita tarik ulur kebelakang, dimana sebelum pemilu berbagai lembaga survei tersebut (termasuk yang juga melakukan quick count) hampir semuanya menyampaikan bahwa PKS tidak akan lebih dari 3,5%. Berbagai survei yang diadakan oleh LSI, Kompas, SMRC, LSJ, IRC, dlsb menyatakan PKS berada di kisaran 2,5% saja, alias tidak akan lolos Ambang batas parlemen. Tapi nyatanya hasil "quick count" mereka justru menunjukkan PKS aman di 6,9%. Terlebih kalau kita lihat betapa "tenang"-nya KPU tidak melakukan tabulasi nasional di tahun ini. Entah apa alasannya, padahal secara teknologi tentu mereka harusnya lebih belajar dari Pemilu sebelumnya yang "buang-buang" anggaran. Bahkan anis matta, presiden PKS saat ditanya terkait hasil quick count,ia tidak banyak berkomentar, "tunggu hasil real count saja", begitu ucapnya. Ada apa dibalik semua ini? Jadi semakin menarik saja. Terlebih di beberapa daerah, ada mobil PKS yang mengangkut form C1 tersebut dirampok ataupun dirusak. Kita tunggu saja hasilnya. Setidaknya Jumat atau sabtu ini insya Allah katanya akan ada pengumuman dari DPP PKS terkait hasil tabulasi real count yang dilakukan oleh mereka. Kita tunggu saja hasilnya. Jika benar seperti itu, maka akan tambah menarik lagi pemilu 2014 ini dimana quick count tiba-tiba menjadi tidak reliable. Wallahu alam bish shawab Malang, 11/4/2014

Jika Suara Ustadz dan Pelacur Sama Saja

Jika suara ustadz dan suara pelacur sama saja,
harusnya ustadz diperbanyak suaranya
kita gemparkan kita keraskan membahana
agar suara pelacur kecil, bahkan sirna...
Kau melarang ustadz dan santri bersuara
bahkan menyuruhnya mundur dari arena
yakinlah para pelacur-pun bergembira
maula mereka kan berkuasa
dan tertawa
ustadz-ustadz tersingkir, terkikis
seperti kampas rem menipis
jangan sampai kau menangis
jika syariat negeri makin menipis
ujung-ujungnya kau salahkan mereka
kau bilang mereka tiada guna
ikutan kafir, bikin malu umat saja
padahal kan kau sendiri awalnya
larang ustadz tuk bersuara
saudaraku tercinta
sedang ada khilafah atau tiada
dijalanmu atau jalan mereka
amar ma'ruf nahi mungkarnya
harus tetap tegak dimana saja
di kajian,
di jalanan,
di gedung dewan,
dan istana kepresidenan [caption id="attachment_240" align="alignright" width="300"]jika suara ustadz dan suara pelacur sama saja jika suara ustadz dan suara pelacur sama saja[/caption]
silakan lanjutkan salurkan energi
membungkan suara ustadz dan para santri
kau pikir khilafah akan semakin mudah berdiri
jika musih agama, pelacur, dan penjudi
kuasa mereka pimpin negeri
Malang, 3 Maret 2014
di sela gagal paham
 

Sekedar Lentera

relawan PKS_kelud

Sudahlah, terus bekerja saja kumpulkan, sebarkan kebaikannya meski kecil adanya atau bahkan tak terasa Rabbmu kan menghitungnya

 Perbaiki niat dan hatinya jangan biarkan pujian kata dari orang dan media dibisik menjadi riya, lalu rusak amal pahala

Kuatkan kaki dan bahunya yang Haq kan ada musuhnya sebagian menebar kata sebagian tembak senjata Ini memang fitrah jalannya

Lalu berlapang dada sabarlah atas saudara yang sempit pandangnya, yang sesak dadanya yang hujatmu karna berbeda

Perjalanannya belum apa-apa takkan cukup di satu masa dan kuatkanlah jiwanya

Satu kerja mungil yang nyata Kan lebih baik dari sejuta kata Insya Allah

Malang, 20 Februari 2014

foto dari http://goo.gl/HiwW9B

Revisi Umum Skripsi

PERBAIKI KONTEN
  1. Judul harus berbentuk kata pekerjaan, bukan sekedar kata benda. Semisal judul "Sistem Informasi Akademik ....." harus diganti menjadi "Pembuatan Sistem Informasi Akademik ......"
  2. Latar Belakang harus bisa menjelaskan sekurang2nya 3 hal berikut :
    1. - Alasan pentingnya kenapa Anda mengambil judul/topik skripsi dimaksud
    2. - Apa kondisi yang terjadi sebelum penelitian Anda ini dibuat.
    3. - Apa yang ingin Anda buat/lakukan?
  3. Tinjauan pustaka harus mencantumkan sumber rujukan buku yang menjadi acuan. Dengan mencantumkan nama terakhir penulis dan tahun buku diterbitkan. Semisal penulis Rahman Arifin, ditulis (Arifin, 2010). Untuk web, ditulis alamat URL depannya saja.
  4. Semua pencantuman referensi dalam tinjauan pustaka, harus ditulis pula data buku lengkap di daftar pustaka. Jika web, cantumkan nama penulis di web tersebut (jika ada), alamat lengkap URL nya, dan tanggal Anda mengakses halaman tersebut.
  5. Jumlah referensi dari web tidak boleh lebih dari 50%.
  6. Tidak diperkenankan menggunakan sumber referensi dari wikipedia!
  7. Jika skripsi tentang sistem informasi, wajib disertakan pula Data Flow Diagram (setidaknya Context Diagram, dan DFD Level 1).
  8. Jika skripsi tentang sistem informasi, wajib disertakan pula desain user interface (rancangan form utama yang mau dibuat).
  9. Jika skripsi tentang sistem informasi, wajib dijelaskan apa saja yang menjadi input, proses, dan output dari sistem informasi yang dibuat.
  10. Jika skripsi tentang sistem informasi, wajib juga dijelaskan metode pengujian dan analisisnya (semisal uji coba ke 20 user, dengan polling). Skripsi sistem informasi tidak sekedar buat, tapi harus dianalisis/uji coba.
  11. Tinjauan pustaka harus juga menyampaikan referensi terkait topik yang dibuat. Jika semisal membuat sistem informasi akademik SMP, maka harus disampaikan juga referensi terkait administrasi akademik di SMP, jika membuat sistem penjualan di toko RameRame, maka harus pula dijelaskan terkait sistem penjualan, dan toko RameRame.
  12. Metodologi harus bisa menjelaskan beberapa hal berikut :
    1. Bagaimana pengumpulan data anda? interview? data dari buku/statistik? data dari web? data dari kumpulan struk?
    2. Bagaimana anda nanti akan menganalisis data?
    3. Bagaimana anda merancang sistemnya? DFD, Context Diagram, Flowchart (untuk yang bukan sistem informasi), Input-Proses-Output dlsb.
    4. Bagaimana/Dengan apa Anda akan membuat programnya? Pakai program apa/bahasa pemrograman
    5. Bagaimana Anda menguji sistem yang dibuat
    6. Bagaimana Anda menganalisis sistem (semisal untuk sistem informasi : uji coba program ke user / polling)
    7. Kesimpulan
  13. Batasan masalah harus berbentuk kalimat tanya.
  14. Tujuan kurang lebih seperti batasan masalah hanya saja dalam bentuk pernyataan (bukan kalimat tanya)
PERBAIKI TULISAN :
  1. Proposal tidak perlu abstrak, abstrak hanya bisa didapat setelah jadi penelitian.
  2. Jika penggunaan kata dalam bahasa indonesia sudah cukup populer, maka gunakan versi indonesianya saja.
  3. Miringkan semua istilah asing, seperti file, input, output, dlsb.
  4. Perbaiki tanda baca, koma, titik, tanda petik, huruf kapital untuk nama, pemisahan kata sambung (di, ke, dll) untuk tempat, dll.
  5. Penomoran halaman letakkan di bawah.
  6. Semua gambar, tabel, rumus, dan source code harus diberikan nomor (Semisal Gambar 1, Tabel 3.1) dlsb, dan hindari penggunaan kata-kata : "ditunjukkan pada gambar berikut". Ubah dengan menyebutkan nomor gambar / tabelnya menjadi (contoh) : "ditunjukkan pada gambar 3.1).