5 Tahun Kemudian, Novel Sepatu Terakhir yang “Belum” (juga) Laris

hari ini dapat tag dari seorang teman, lebih dikenal dengan nama pena Gegge Mappangewa ( ketemu dengan beliau saat lomba penulisan Novel di Republika tahun 2011 silam. Dia juara 1, sedangkan saya beda dikit, ada angka 0 dibelakangnya, alias 10. Hehee... bahwa dia menemukan novel saya "terselip" diantara sebuah review  di sebuah buku pelajaran Bahasa Indonesia. Tepatnya sih Buku Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII Penerbitnya Yudhistira. Hmm... ternyata di tahun ini masih ada yang baca novel saya... Saya saja hampir lupa, Semoga selesai thesis ini nanti siap untuk melanjutkan novel selanjutnya :)    

Kurir tengah Malam *bukan horor*

Sebagai salah seorang bakul online, jasa ekspedisi/pengiriman macam tiki, jne, ataupun pos sudah jadi sangat akrab. Saking seringnya "silaturahim" sampai sampai diapali sama petugas konter, ataupun tukang parkir. Sebagai pedagang benih, jne dan pos adalah "tongkrongan" saya. Sebelum berangkat atau pulang kerja, sering harus mampir. Dan memang, di kedua tempat ini kita akan mudah menjumpai para asongan online. Dan sepengamatan saya di kota Malang, para online trader ini banyak juga yang ber aliran nocturnal. Alias sukanya ngirim malam-malam. Contoh sederhana di JNE, kalau siang kebanyakan yang ngirim sepertinya orang2 biasa yang tidak sering sering amat ngirim. Tapi giliran malam menyapa, yang datang orang bawa paket sekresek besar, satu tas, bahkan bawa karung. So kalau kamu ngirim cuman sebiji, mending besok paginya aja deh! Di kota saya, yang namanya JNE pusat image (bukan agen), bukanya sampai 24 JAM! Dan menurut pengakuan masnya yang jaga konter, ya ada saja tuh orang ngirim ngirim lepas tengah malam. Malah tambah banyak, katanya. Yang jaga kadang sampai ngantuk ngantuk! Apalagi saya yang ngirim. Saat mulai berkecimpung di dunia jualan, pos di kota saya dulu sempat juga buka sampai jam 11 malam. Catat... jam sebelas malam! Andai ini jne yang swasta saya gak heran, lah ini bumn, punya pemerintah. Saya sempat sinis juga, "emang ada orang ngirim di waktu selarut itu?", dan qodarullah beberapa waktu kemudian saya tahu adabyang ngirim jam setengah 11 malam, dan orang itu adalah saya sendiri.. #eaaa. Lantas kemudian pos tak lagi selarut itu, surat biasanya maksimal jam 7 malam. Saya yang hobi ngirim malam2 sampai kadang harus keburu berangkat habisbmaghriban, biar suratnya masih katut di malam itu. Setelah itu hanya jne yang terkenal masih buka sampai malam. Agen jne di dekat rumah sampai setengah 10 malam, dan di pusat tetap 24 jam. Minggu pun jne tetap buka. Bener2 nih JNE! Tapi Alhamdulillah, kini ada kabar baik bagi para pos-er, karena pos sekarang per 1 oktober 2015 buka juga sampai jam 10 malam. Yups sampai 10 malam. Dan saya pun kembali senang karena berarti saya tak lagi perlu lagi pulang kerja lalu kesusu ke kantor pos. No more rush! Ini ceritaku soal shift pelapak malam malam. Kalau kamu? Bagi di komen ya.. image

Untuk Apa – Perjalanan Mencari Konsep Diri

Sayyidina umar pernah berkata, Barangsiapa mengenal dirinya, niscaya dia mengenal Tuhannya. Ungkapan sederhana, namun dalam. Sudahkah Anda mengenal diri Anda sendiri? Kita, manusia adalah sistem kompleks. Ilmuwan menyebut kita sebagai "the most complex machine". Melihat diri kita saja dan apa yang menyusunnya, Bagaimana kuku tumbuh, bagaimana darah beredar, bagaimana kita menghirup oksigen, mengubah benda-benda kimiawi menjadi energi dan mengeluarkan sisa-sisa metabolismenya. Bagaimana kita membutuhkan tidur sebagiamana makhluk hidup lainnya. Itu jika dari sisi fisiknya saja. Belum dari sisi ruhiyah, sisi kita - manusia - sebagai sebuah Jiwa. Secara fitrah, manusia tidak dapat lepas dari pertanyaan-pertanyaan fitrahnya. Beberapa ulama merumuskan pertanyaan tersebut menjadi 3 saja, saya menyebutnya 3 pertanyaan kehidupan.
  1. Darimana kita berasal (sebelum hidup)
  2. Untuk apa kita hidup
  3. Akan kemana kita setelah mati.
Dan filsafat, ataupun sains tak mampu menjawabnya. Sains hanya dapat berteori pada 1 dan 3, itupun tanpa dukungan bukti saintifik. Sederhana, tak ada yang ingat bagaimana kita sebelum lahir, dan tak ada yang bercerita apa yang dialami orang setelah ia meninggal. Filsafat pun hanya mampu membantu beretorika di sisi ke-2, itupun akan menghasilkan ragam jawaban yang berbeda. Filsuf cina berbeda versi dengan filsuf india. Filsuf komunis akan berbeda dengan filsuf kapitalis, dan seterusnya. Dan disinilah titik dimana agama, menjadi satu-satunya entitas yang dapat menjawab ketiga pertanyaan fitrah itu. Ketika sains dan filsafat tak dapat merumuskan, -hanya mengira-ngira- dan beretorika, Agama telah menjelaskannya sebagai sebuah kepastian. Sebagai sebuah agama, Islam telah menjelaskan ketiganya secara gamblang, dan dengan sangat logis. Ia menjelaskannya dalam ayat-ayatnya. Beberapa melalui ayat dengan teks yang jelas(semisal QS Adz Dzariyat 56), namun tak sedikit pula melalui pertanyaan-pertanyaan kepada diri kita masing-masing. Pertanyaan yang mau tak mau menyeret kita berhenti sejenak dan merenung. 28 Tahun saya dilahirkan Allah kedunia, dan saya menyayangkan, bahwa saya baru banyak merenung di 10 tahun terakhir saya. Disisi lain, saya juga bersyukur bahwa Allah masih memberikan hidayah kepada saya, lepas dari jahiliah masa remaja. Berbagai perenungan membawa saya pada satu buah kesimpulan, dari semua orang hebat yang kita kenal, mulai dari mereka yang ada di buku sejarah (semisal Umar bin Khattab, Salahuddin, Muhammad Al Fatih, dlsb), atau orang-orang terdekat kita (ibu, ayah, istri),  mereka adalah yang telah merenungkan sebuah pertanyaan penting... . UNTUK APA? Bagi saya ini adalah salah satu pertanyaan yang sering saya renungkan. Untuk apa Allah menciptakan kita? Untuk Apa Allah memberikan kita Islam, Untuk apa saya menikah? Untuk apa saya bekerja, Untuk apa saya menulis artikel ini, Untuk Apa Allah menjadikan saya ahli di bidang komputer, dan sederet untuk apa lainnya.... Saya yakin, setidaknya Anda pernah bertanya itu... tentang diri Anda sendiri. Dua kata tanya sederhana, namun bagi saya ia sangat dalam. Kedua kata tersebut mau tak mau menyeret kita ke ranah konsepsi kenapa kita melakukan sesuatu. Sesuatu yang sering disajikan film-film Hollywood terkait kemunculan para superhero mereka. Pertanyaan yang lahir dari kegelisahan-kegelisahan jiwa, yang membuat kita tak bisa tertidur lelap, yang membuat akal dan tangan kita seolah kehabisan waktu mencari atau bahkan membuat jawaban tersebut. Dan begitu Anda mampu merumuskan jawaban pertanyaan Anda, maka disitulah -Insya Allah- titik ledak Anda. Ibarat kembang api, disitulah saat percik api menghabiskan sumbu, detik tepat saat Anda akan meluncur membumbung tinggi ke angkasa. Disitulah -saat kita mengetahui jawabannya- titik maksimum seorang manusia akan mampu memaksimalkan seluruh potensinya, seekor harimau akan mengaum seperti harimau, dan seekor elang akan terbang setinggi-tingginya. Karena sederhana saja, "apakah sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui?" Ada orang yang sekedar kuliah, lalu ada orang yang tahu untuk apa ia kuliah, akankah keduanya sama? Ada orang sholat yang sekedar sholat, lalu ada yang juga tahu untuk apa ia sholat... akankah keduanya sama? Ada orang yang berislam, lalu ada orang yang tahu untuk apa ia masuk Islam akankah keduanya sama? Selamat merenung, hadapi kegelisahanmu, temukan jawaban "Untuk Apa" dalam dirimu...
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)
Malang, 29 Juni 2015.  

Mudahnya Beramal Ala Orang IT

bill-gatesTahu Bill Gates? Dia salah seorang pendiri Microsoft yang beberapa tahun lalu sempat dinobatkan menjadi manusia terkaya sedunia. Beberapa tahun belakangan ini posisinya turun tak lagi menjadi manusia terkaya, tahu kenapa? Karena ia menyedekahkan 26 Milyar Dollar (sekitar sepertiga) kekayaannya untuk Amal. Andai ia muslim, tentulah lebih berdaya, dan betapa banyak aliran pahalanya. Karena dari industri IT yang ia dirikan, ia bisa beramal luar biasa banyaknya.     3Kenal Linus Torvalds? Nama depannya dijadikan salah satu nama Sistem Operasi Populer bernama Linux. Jika Anda tak tahu Linux, kebanyakan web yang Anda buka ditaruh di komputer ber OS Linux, dan jika Anda punya Android, maka "ruh" inti Android Anda itu pun dari Linux. Linus Torvalds menulis kode program, lalu menghibahkan programnya, bahkan kode programnya untuk publik. Andai ia muslim, tentulah betapa banyak aliran pahalanya. Karena kode program, adalah "amal jariyah"nya.   ebrners leeTahu Sir Tim Berners-Lee? Dia penemu website. Semua website yang Anda buka detik ini, dialah pioneer pertamanya. Dia merancangnya 2,5 dekade lalu. Ia bisa saja mengkomersilkan temuannya, namun ia justru membuka temuannya ke publik, dan membuatnya berkembang hingga sekarang. Saking low-profile nya dia, dan luar biasanya web berkembang, sampai-sampai Anda pun saya yakin asing dengan namanya. Andai ia muslim, tentulah betapa banyak aliran pahalanya. Karena dari penelitiannya menjadi "amal jariyah" nya.   markzuckerberg1Kenal mas Mark Zuckenberg? Anak muda dengan hoodie pendiri Facebook. Yang setiap hari Anda check timelinenya. Yang barusan mampir ke Borobudur dan ketemu dengan pak Presiden kita. Dahulu dia merancang facebooknya di sela-sela kuliahnya, sebagai sebuah side project. Hari ini produknya dipakai oleh milyaran makhluk di dunia. Sangat membantu komunikasi, dan silaturahim antar manusia yang jauh. Dengannya kita lebih mudah interaksi, bertukar pikiran, dan mendapatkan banyak teman. Andai ia muslim, tentulah betapa banyak aliran pahalanya, karena produknya membantu milyaran orang bersilaturahim dengan mudah.   BrinPage460Tahu Larry Page dan Sergey Brin? Duo PhD yang mendirikan Google. Yang darinya Anda memperoleh jutaan informasi dari mesin pencari?  Bermula dari sebuah penelitian disertasi yang kini menjadi raksasa perusahaan IT. Yang produknya hampir Anda pakai setiap hari secara "gratis". Yang darinya Anda dan jutaan manusia lain mencari tahu mulai sekedar contekan tugas kuliah, atau bahkan teknologi berguna untuk desanya. Andai ia muslim, tentulah betapa luar biasa pahala mereka. Membantu jutaan manusia menemukan apa yang mereka cari.   Itu hanya sebagian, yang lain jauh lebih banyak lagi.   Anda orang IT, dan bukan tidak mungkin suatu waktu Anda seperti seorang dari mereka. Tak harus nunggu punya tanah berhektar-hektar tuk diwakafkan, atau uang milyaran untuk dibagi-bagikan. Karena Anda, saat ini, dengan apapun skill yang Anda punya, bisa memulai "jariyah" Anda. Mulailah berkarya, buatlah hal-hal yang boleh jadi sederhana menurut Anda, tapi bermanfaat untuk orang lain. Karena begitulah seharusnya seorang yang berilmu. Demikianlah seorang IT. "EMPOWERING" - Membuat lebih berdaya orang-orang disekitarnya. Karena SETIAP KITA akan ditanya, "Tentang Ilmu, kemana ia diamalkan*" Jadi... Sahabat.. Sudahkah Ilmumu bermanfaat? #instropeksi #ngaca   * (HR. At-Tirmidziy no.2417) : “Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang empat hal :tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; tentang ilmunya, untuk apa dia amalkan; tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan kemana dia belanjakan; dan tentang jasadnya, untuk apa dia gunakan.”

Yaps, Pasar ECommerce Indonesia Mayoritas Dikuasai Asing

Hari ini ada banyak sekali media ecommerce yang gencar mempromosikan produk dan layanannya di media "jalur darat" kita. Mulai media cetak, hingga tv pula. Ambil saja brand-brand populer seperti olx, berniaga, dlsb.Memang tak bisa dipungkir, pasar ecommerce di indonesia memang sangat potensial. Dengan lebih dari 50 juta penduduk indonesia yang sudah online (data 2012), ini tentu pangsa empuk bagi siapapun. Tak terkecuali bagi perusahaan asing. (more…)